| Portal berita | Technologi Information |
Teknik Komputer |

Sunday, June 17, 2012

On 5:32:00 AM by Unknown in , ,    No comments
Purwokerto-Incredible - Cyber Crime adalah tindakan kejahatan dimana tindakan kriminal hanya bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi cyber dan terjadi di dunia maya (Tavani-200).

Seiring bertambahnya pengguna internet di Indonesia, kejahatan cyber pun terus meningkat, bahkan cyber crime yang berada di ASEAN tak sedikir dikendalikan di Indonesia.


Kondisi ini disebabkan karena sebagai sebuah Negara besar kerap melahirkan aktiitas banyak HACKER di Indonesi.


Menurut Kabareskrim Mabes Polri- Komjen Pol Sutarman, dari penanganan sejumlah kasus dunia maya di kawasan ASEAN, lalu menyebutkan tingginya kasus Cyber Crime. Bisa dilihat dari banyaknya laporan kejahatan tentang Pemalsuan Kartu Kredit hingga Pembobolan Bank melalui ATM.


Ditambah lagi FBI yang selalu berteriak mengenai ancaman kejahatan interner yang makin marak di dunia maya. Namun lucunya FBI nama FBI malah semakin menambah Cyber Crime meningkat 20%. Sebuah laporan yang dikeluarkan Internet Crime Complaint Center (ICCC) menemukan bahwa, korban kejahatan di dunia maya yang menggunakan scam, Melonjak hingga menjadi 20%. Sebagian besar dari pengguna yang terjebak tersebut mendapatkan email palsu.
Mereka terperangkap karena yakin, setelah dalam Pesan Elektronik/e-mail tersebut selalu menyebutkan nama FBI.



Kasus ini sendiri sudah mencapai angka 16% dari 300.000 lebih keluhan yang masuk tahun lalu(entah sudah berapa di tahun sekarang).


Demikian yang dilansir melalui PC World.
Dan baru-baru ini seperti dikutip Kompas.com : Menurut perusahaan keamanan Symantec dalam Internet Security Threat Report volume 17, aktivitas kejahatan cyber di Indonesia meningkat tajam.


Kini Indonesia menempati peringkat 10 sebagai Negara dengan aktiviras kejahatan Cyber terbanyak Sepanjang Tahun 2011. Indonesia menyumbang 2,4% kejahatan Cyber di Dunia. Angka ini naik 1,7% dibanding tahun 2010 lalu, dan sekarang mungkin cudah mencapai 3%, dimana Indonesia menempati peringkat ke-28

Director Systems Enginnering Symantec South Asia, Raymond Goh, dalam jumpa pers di Jakarta mengatakan "Ini peningkaran yang sangat signifikan" hal ini didukung tidak lain karena terus meningkatnya jumlah pengguna Internet di Indonesi. Ditambah lagi Indonesia masuk 5 Besar pengguna jejaring sosial terbanyak di Dunia.


Menurut Raymond, "penjahat cyber kini mulai melirik situs jejaring sosial untuk aksu kejahatan. Sifat pertemanan dalam jejaring sosila seperti facebook & twitter pada umumnya, membuat pengguna percaya begitu saja atas link atau konten yang mereka terima daris sesama teman. Padahal mereka tidak sadar bahwa Link yang mereka terima mengandung Program Jahat, misalnya mereka dibawa ke situs Web Berbahaya," Ungkap Raymond.


Berdasarkan penelitian Symantec, Indonesia juga tercatat menempati peringkat 6 di Dunia untuk kategori Program Jahat yaitu Spam Zombie.


Padahal pada tahun 2010 lalu, Indonesia masih menempati peringkat 28 untuk Spam Zombie.
Para penjahat yang menyebarkan Spam Zombie dapat mengendalikan sebuah nomor telepon seluler di smartphone untuk menyebarkan SMS Premium, demi mendapatkan keuntungan Finansial.
Sementara untuk kasus pencucian data dan Informasi, Indonesia bercokol di posisi 27 setelah tahun2010 lalu menempati Urutan ke-30 dan belum ada informasi yang mengetahui ada di urutan ke berapa pada Tahun 2012 sekarang Ini.

0 comments:

Post a Comment

Catatan:
• Dilarang menulis link aktif !
• Dilarang ngiklan di kolom komentar !
• Untuk menyisipkan kode, gunakan tag <i rel="code">... KODE ...</i>
• Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan tag <i rel="pre">... KODE ...</i>
• Untuk menyisipkan catatan, gunakan [catatan].. TEKS ...[/catatan]
• Untuk menyisipkan gambar, gunakan [img]URL GAMBAR[/img]>