| Portal berita | Technologi Information |
Teknik Komputer |

Sunday, July 14, 2013

On 6:30:00 AM by Muhammad Abdurrahman in ,    4 comments
ramadhan
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh barokah, penuh dengan kebaikan. Bulan yang didalamnya terdapat Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan tempat pembakaran dosa-dosa manusia, dimana pada siang harinya diwajibkan berpuasa dan malam harinya di sunnatkan melakukan Sholat Tarawikh.

Dalam Khutbah Rosul menjelang Bulan Ramadhan, Rosulullah SAW mengatakan : "Barang siapa yang melakukan perbuatan sunnat pada Bulan Ramadhan, maka baginya balasan seperti Ibadah Wajib".

Oleh karena itu, hendaklah kita memperbanyak amalan-amalan sunnah pada Bulan Ramadhan ini. Diantara amalan-amalan sunnah yang di contohkan oleh Rosulullah SAW adalah :

Menyegerakan Berbuka Puasa.

Apabila telah datang waktu berbuka puasa, hendaklah menyegerakan berbuka, karena didalamnya terdapat banyak kebaikan. Rosulullah SAW bersabda :

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوْا الْفِطْرَ - رواه الشيخان

“Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Berbuka dengan 3 buah kurma, atau susu. Apabila tidak ada cukup dengan air saja.

كَانَ رَسُوْلُ اللّهِ صلى اللّه عليه و سلم يَفْطُرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَتُميْرَاتٌ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسًّا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ - رواه ابو داود و الترمذى

Rasulullah saw berbuka dengan rutbaat (kurma segar) sebelum beliau shalat, apabila tidak ada maka dengan beberapa tamar (kurma) dan apabila tidak ada, beliau meminum air. (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

 Memberikan makan untuk berbuka

مَنْ فَطَرَ صَائِمًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ وَلَا يَنْقُصُ مِنْ اَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ - صحيح النسائى و الترمذى

"Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu" (Shohih Nasa'i dan Tirmidzi)

Makan Sahur dan Mengakhirkannya

تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِى السَّحُرِ بَرَكَةٌ - الشيخان

"Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Menjaga lidah dari berbohong, menggunjing, adu domba, dan hal-hal yang dilarang.

إِذَا كَانَ اَحَدُكُمْ صَائِمًا فَلَا يَرْفثْ وَلَا يَجْهَلْ فَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ اَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ - الشيْخان

Apabila salah seorang diantara kamu sedang berpuasa, maka janganlah menggauli istrinya, berkata kotor dan berbuat jahil, jika dia diajak bertengkar atau dicaci hendaklah dia mengatakan: "Saya sedang berpuasa". (HR. Bukhori Muslim)

Meningkatkan ibadah.

Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, maka seyogyanyalah kita memperbanyak kebaikan di bulan ini, seperti sholat sunnat, membaca Al-Qur'an, berbuat baik kepada keluarga, tetangga, fakir miskin, anak yatim, sedekah, terutama sepuluh akhir Bulan Ramadhan, karena terdapat Lailatul Qadr.

كَانَ إِذَا دَخَلَ عَشْرُ اْلأَوَاخِرِ أَحْيَ اللَّيْلَ وَ أَيْقَظَ أَهْلَهُ وَ شَدَّ الْمِئْزَرَ - الشيخان

"Apabila masuk pada sepuluh akhir Ramadhan, maka Rosulullah SAW menghidupkan malam-malamnya dan membangunkan keluarganya, serta mengencangkan kainnya (menjauhkan diri dari menggauli istrinya)" (HR. Bukhori Muslim)

Mandi Junub atau Mandi Haid sebelum Fajar.

Hal ini dilakukan agar ibadah puasa lebih afdhol dalam keadaan suci, walau pun dalam keadaan junub, belum sempat mandi dan datang waktu subuh, maka puasanya tetap sah.

عن عَائِشَةَ وَأُمَّ سَلَمَةَ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ متفق عليه , وزاد مسلم من حديث أم سلمة : ولا يقضي

Dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiallahu anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bangun di waktu subuh dalam keadaan junub karena hubungan suami istri kemudian beliau mandi dan berpuasa. (Muttafaqun ’alaihi). Dan Imam Muslim menambahkan dari haditsnya Ummu Salamah: dan beliau tidak mengqadha puasanya.

Meninggalkan Cumbu Rayu di Siang Hari.

Cumbu rayu dengan istri akan mendekatkan kepada perbuatan jima'. Oleh karena itu,selama berpuasa hendaklah meninggalkan cumbu rayu dengan istri di siang hari.

Marilah kita memanfaatkan waktu yang berharga ini, dengan banyak melakukan amalan-amalan sunnah. Dan semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT, dan keluar dari Ramadhan dalam keadaan Fitrah.
Amiin...

(Sumber : Assaef.com)

4 comments:

Post a Comment

Catatan:
• Dilarang menulis link aktif !
• Dilarang ngiklan di kolom komentar !
• Untuk menyisipkan kode, gunakan tag <i rel="code">... KODE ...</i>
• Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan tag <i rel="pre">... KODE ...</i>
• Untuk menyisipkan catatan, gunakan [catatan].. TEKS ...[/catatan]
• Untuk menyisipkan gambar, gunakan [img]URL GAMBAR[/img]>