| Portal berita | Technologi Information |
Teknik Komputer |

Showing posts with label Misteri. Show all posts
Showing posts with label Misteri. Show all posts

Friday, October 9, 2015

On 9:30:00 AM by M.Agus S.Alfathoni in    No comments
Ini dialog yang super antara Presiden pertama Indonesia dengan seorang ahli dzikir yang merupakan akademisi di Indonesia, Prof. DR Kadirun Yahya MSc  ahli fisika dan pernah menjabat Rektor Universitas Panca Budi Medan.

Sekitar bulan Juli 1965 bersama dengan Prof. Ir. Brojonegoro (alm), Prof. dr. Syarif Thayib, Bapak Suprayogi, Admiral John Lie, Pak Sucipto Besar, Kapolri, Duta Besar Belanda, Prof. Kadirun Yahya diterima Presiden di Istana Merdeka.

“Wah, pagi-pagi begini saya sudah dikepung oleh 3  Profesor-Profesor” kelakar Ir. Soekarno membuka dialog ketika menemui rombongan Prof. Kadirun Yahya beserta rombongan. Kemudian Presiden Soekarno mempersilakan rombongan tamunya untuk duduk.

“Profesor Kadirun Yahya silakan duduk dekat saya”, pinta presiden Soekarno kepada Prof. Kadirun Yahya, terkesan khusus.

“Professor, ik horde van jou al sinds 4 jaar, maar nu pas onmoet ik jou, ik wou je eigenlijk iets vragen (saya dengar tentang engkau sudah sejak 4 tahun, tapi baru sekarang aku ketemu engkau, sebenarnya ada sesuatu yang akan aku tanyakan padamu),” kata presiden Soekarno dengan bahasa Belanda.
“Ya, tentang apa itu Bapak Presiden…?”

“Tentang sesuatu hal yang sudah kira-kira 10 tahun, saya cari-cari jawabannya, tapi belum ketemu jawaban yang memuaskan. Saya sudah bertanya pada semua ulama dan para intelektual yang saya anggap tahu. Tetapi semua jawabannya tetap tidak memuaskan saya.”
“Lantas soalnya apa bapak Presiden?”

"Saya bertanya terlebih dahulu tentang yang lain, sebelum saya majukan pertanyaan yang sebenarnya” jawab Presiden Soekarno.
“Baik Presiden” kata Prof. Kadirun Yahya

“Manakah yang lebih tinggi, Presiden atau Jenderal atau Profesor dibanding dengan sorga?” tanya Presiden. “Sorga” jawab Prof.Kadirun Yahya.
“Accoord (setuju)”, balas Presiden terlihat lega.

Menyusul Presiden bertanya untuk soal berikutnya. “Lantas manakah yang lebih banyak dan lebih lama pengorbanannya antara pangkat-pangkat dunia yang tadi dibanding dengan pangkat sorga?” tanyanya.

“Untuk Presiden, Jenderal, Profesor harus berpuluh-puluh tahun berkorban dan ber-abdi pada Negara, nusa dan bangsa atau pada ilmu pengetahuan. Sedangkan untuk mendapatkan sorga harus berkorban untuk Allah segala-galanya. Berpuluh-puluh tahun terus menerus, bahkan menurut agama Hindu atau Budha harus beribu-ribu kali hidup dan berabdi, baru barangkali dapat masuk Nirwana," jawab Prof. Kadirun.
 “Accoord”, kata Bung Karno (panggilan akrab Presiden).

“Nu heb ik je te pakken Professor (sekarang baru dapat kutangkap engkau Profesor)” lanjut Bung Karno. Tampak mukanya cerah berseri dengan senyumnya yang khas. Dan kelihatannya Bung Karno belum ingin cepat-cepat bertanya untuk yang pokok masalah. “Saya cerita sedikit dulu” kata Bung Karno.
 “Silakan Bapak Presiden”.

“Saya telah banyak melihat teman-teman saya meninggal dunia lebih dahulu dari saya, dan hampir semuanya matinya jelek karena banyak dosa rupanya. Sayapun banyak dosa dan saya takut mati jelek. Maka saya selidiki Al-Quran dan Al-Hadits bagaimana caranya supaya dengan mudah hapus dosa saya dan dapat ampunan dan bisa mati tersenyum."

"Lantas saya ketemu dengan satu Hadits yang bagi saya berharga. Bunyinya kira-kira sebagai berikut : Rasulullah berkata; Seorang wanita penuh dosa berjalan di padang pasir, bertemu dengan seekor anjing dan kehausan. Wanita tadi mengambil gayung yang berisikan air dan memberi minum anjing yang kehausan itu. Rasul lewat dan berkata: Hai para sahabatku. Lihatlah, dengan memberi minum anjing itu, hapus dosa wanita itu dunia dan akhirat. Ia ahli sorga”.

“Nah Profesor, tadi engkau katakan bahwa untuk mendapatkan sorga harus berkorban segala-galanya, berpuluh-puluh tahun untuk Allah baru dapat masuk sorga. Itupun barangkali. Sementara sekarang seorang wanita yang berdosa dengan sedikit saja jasa, itupun pada seekor anjing pula, dihapuskan Tuhan dosanya dan ia ahli sorga. How do you explain it Professor?” Tanya Bung Karno lanjut. Profesor Kadirun Yahya terlihat tidak langsung menjawab. Ia hening sejenak. Lantas berdiri dan meminta kertas.

"Presiden, U zei, det U in 10 jaren’t antwoord niet hebt kunnen vinden, laten we zien (Presiden, tadi bapak katakan dalam 10 tahun tak ketemu jawabannya, coba kita lihat), mudah-mudahan dengan bantuan Allah dalam 2 menit saja saya coba memberikan jawabannya dan memuaskan”, katanya.

Keduanya adalah sama-sama eksakta, Bung Karno adalah seorang insinyur dan Profesor Kadirun Yahya adalah ahli kimia/fisika.

Di atas kertas Prof. Kadirun mulai menuliskan penjelasannya.
10/10 = 1 ;
“Ya” kata Presiden.
10/100 = 1/10 ; “Ya” kata Presiden.
10/1000` = 1/100 ;
“Ya” kata Presiden.
10/10.000 = 1/1000 ;
“Ya” kata Presiden.

10 / ∞ (tak terhingga) = 0 ;
“Ya” kata Presiden.
1000.000 … / ∞ = 0 ;
“Ya” kata Presiden.
(Berapa saja + Apa saja) /∞ = 0;
“Ya” kata Presiden.
Dosa / ∞ = 0 ;
“Ya” kata Presiden. ———————————————–“

Nah…” lanjut Prof,
1 x ∞ = ∞ ;
“Ya” kata Presiden
½ x ∞ = ∞ ;
“Ya” kata Presiden.
1 zarah x ∞ = ∞ ;
“Ya” kata Presiden.
“… ini artinya, sang wanita, walaupun hanya 1 zarah jasanya, bahkan terhadap seekor anjing sekalipun, mengkaitkan, menggandengkan gerakannya dengan yang Maha Akbar."

"Mengikutsertakan yang Maha Besar dalam gerakan-gerakannya, maka hasil dari gerakannya itu menghasilkan ibadah yang begitu besar, yang langsung dihadapkan pada dosa-dosanya, yang pada saat itu juga hancur berkeping-keping. Ditorpedo oleh PAHALA yang Maha Besar itu. 1 zarah x ∞ = ∞ Dan, Dosa / ∞ = 0.
Ziedaar hetantwoord, Presiden (Itulah dia jawabannya Presiden)” jawab Profesor.

Bung Karno diam sejenak . “Geweldig (hebat)” katanya kemudian. Dan Bung Karno terlihat semakin penasaran.

Masih ada lagi pertanyaan yang ia ajukan. “Bagaimana agar dapat hubungan dengan Tuhan?” katanya.

Profesor Kadirun Yahya pun lanjut menjawabnya. “Dengan mendapatkan frekuensi-Nya. Tanpa mendapatkan frekuensi-Nya tak mungkin ada kontak dengan Tuhan."

"Lihat saja, walaupun 1 mm jaraknya dari sebuah zender radio, kita letakkan radio dengan frekuensi yang tidak sama, maka radio kita itu tidak akan mengeluarkan suara dari zender tersebut. Begitu juga dengan Tuhan, walaupun Tuhan berada lebih dekat dari kedua urat leher kita, tak mungkin ada kontak jika frekuensi-Nya tidak kita dapati”, jelasnya.

“Bagaimana agar dapat frekuensi-Nya, sementara kita adalah manusia kecil yang serba kekurangan ?” tanya Presiden kemudian.

“Melalui isi dada Rasulullah” jawab Prof.

“Dalam Hadits Qudsi berbunyi yang artinya : Bahwasanya Al-Quran ini satu ujungnya di tangan Allah dan satu lagi di tangan kamu, maka peganglah kuat-kuat akan dia” (Abi Syuraihil Khuza’ayya.r.a), lanjutnya.

Prof menyambung, “Begitu juga dalam QS.Al-Hijr :29 – Maka setelah Aku sempurnakan dia dan Aku tiupkan di dalamnya sebagian rohKu, rebahkanlah dirimu bersujud kepadaNya”.

"Nur Illahi yang terbit dari Allah sendiri adalah tali yang nyata antara Allah dengan Rasulullah. Ujung Nur Illahi itu ada dalam dada Rasulullah. Ujungnya itulah yang kita hubungi, maka jelas kita akan dapat frekuensi dari Allah SWT", kata Prof.

Prof melanjutkan, "Lihat saja sunnatullah, hanya cahaya matahari saja yang satu-satunya sampai pada matahari. Tak ada yang sampai pada matahari melainkan cahayanya sendiri. Juga gas-gas yang saringan-saringannya tak ada yang sampai matahari, walaupun ‘edelgassen’ seperti : Xenon, Crypton, Argon, Helium, Hydrogen dan lain-lain. Semua vacuum! 
Yang sampai pada matahari hanya cahayanya karena ia terbit darinya dan tak bercerai siang dan malamnya dengannya. Kalaulah matahari umurnya 1 (satu) juta tahun, maka cahayanyapun akan berumur sejuta tahun pula. Kalau matahari hilang maka cahayanyapun akan hilang. Matahari hanya dapat dilihat melalui cahayanya, tanpa cahaya, mataharipun tak dapat dilihat”.

"Namun cahaya matahari, bukanlah matahari – cahaya matahari adalah getaran transversal dan longitudinal dari matahari sendiri (Huygens)", jelas Prof.

Prof menyimpulkan, "Dan Rasulullah adalah satu-satunya manusia akhir zaman yang mendapat Nur Illahi dalam dadanya. Mutlak jika hendak mendapatkan frekuensi Allah, ujung dari nur itu yang berada dalam dada Rasulullah harus dihubungi."

“Bagaimana cara menghubungkannya, sementara Rasulullah sudah wafat sekian lama?” tanya Presiden. “

Prof menjawab, "Memperbanyak sholawat atas Nabi tentu akan mendapatkan frekuensi Beliau, yang otomatis mendapat frekuensi Allah SWT.
–Tidak kukabulkan doa seseorang, tanpa shalawat atas Rasul-Ku. Doanya tergantung di awang-awang – (HR. Abu Daud dan An-Nasay).

Jika diterjemahkan secara akademis mungkin kurang lebih : “Tidak engkau mendapat frekuensi-Ku tanpa lebih dahulu mendapat frekuensi Rasul-Ku”.

Sontak Presiden berdiri. “You are wonderful” teriaknya. Sejurus kemudian, dengan merangkul kedua tangan profesor, Presidenpun bermohon : “Profesor, doakan saya supaya dapat mati dengan tersenyum

Sunday, December 29, 2013

On 12:45:00 AM by Muhammad Abdurrahman in ,    1 comment

Buat kamu pecinta film Pixar seperti A Bug’s Life, Toy Story, Monsters Inc., Finding Nemo, The Incredibles, Cars, Ratatouille, Wall-E, Up, Cars, Brave, dan lain-lain, apalagi yang sudah nonton semuanya, kalian wajib membaca teori yang bernama The Pixar Theory.

Apa itu Pixar Theory?

Setelah satu tahun Jon Negroni meneliti film-film keluaran Pixar, akhirnya ia menemukan satu teori yaitu The Pixar Theory yang sangat mencengangkan. Teori ini menyebutkan bahwa setiap karakter di film Pixar hidup dalam satu dunia (universe) yang sama.

Kok bisa? Apa nyambungnya Nemo sama Incredibles? Up sama Wall-E? Toy Story sama Brave? Cars sama Monster Inc.?

Nah, daripada tambah penasaran langsung saja kita bahas linimasa film Pixar yang dimuat oleh Negroni di blog pribadinya.

Film yang berada pada linimasa pertama dan terakhir adalah film Brave (2012). Film yang bercerita mengenai kerajaan di Skotlandia pada abad pertengahan ini adalah film Pixar yang menjelaskan mengapa dalam film-film Pixar, hewan terkadang bertingkah laku seperti manusia.

Sumber: themarysue.com

Merida, seorang putri raja, merasa ibunya terlalu otoriter dan selalu mengatur kehidupannya. Sampai pada akhirnya ia bertemu seorang penyihir (ingat-ingat karakter penyihir ini) dan memberikannya sebuah ramuan untuk mengubah ibunya agar menjadi ibu yang lebih menghargai dirinya. Namun, ternyata ramuan tersebut justru mengubah ibunya menjadi seekor beruang.

Sumber : pixar.wikia.com

Dari Brave kita mengetahui asal muasal mengapa dalam film-film Pixar binatang dapat berperilaku seperti manusia. Ya, ratu yang telah berubah menjadi beruang mengajarkan beruang-beruang dan binatang lainnya untuk berperilaku seperti manusia.

Hal ini terjadi berabad-abad hingga binatang-binatang yang sudah berperilaku seperti manusia ini bermunculan dalam film Pixar berikutnya. Hal ini berlanjut ke film kedua yang ada di linimasa The Pixar Theory yaitu Ratatouille (2007). Dalam film ini, kita dapat melihat bagaimana hewan bisa memasak layaknya manusia.

Sumber : Mashable.com

Sementara itu, penjahat dalam film Ratatouille, Chef Skinner, telah menghilang. Apa yang terjadi padanya? Apa yang dia lakukan telah mengetahui ada hewan yang bisa lebih pintar manusia?

Ada kemungkinan bahwa Charles Muntz, karakter antagonis dari film Up (2009), mendengar rumor mengejutkan yang dibawa Chef Skinner sehingga memberinya ide untuk mulai menciptakan alat yang akan memanfaatkan pikiran hewan, yaitu anjing-anjingnya, melalui ‘kerah penerjemah’. Alat ini membuat Muntz menyadari bahwa hewan lebih cerdas dari yang selama ini manusia pikirkan.

Sumber : Mashable.com

Setelah kematian Muntz, anjing-anjing yang telah menjadi objek eksperimen ini dibebaskan begitu saja. Apa ada akibatnya? Yang pasti permusuhan antara hewan dan manusia terus berkembang. Ketika manusia menemukan bahwa hewan memiliki potensi yang besar, manusia mulai melewati batas.

Untuk mengembangkan teknologi, manusia memulai revolusi industri yang terlihat pada awal film Up di mana Carl dipaksa menyerahkan rumahnya kepada sebuah perusahaan untuk kepentingan memperluas kota. Sekarang ingat-ingat perusahaan apakah itu?

Sumber : Mashable.com

Ya! Buy-n-Large, sebuah perusahaan yang sama yang muncul dalam film Wall-E (2008). Dalam film-film Pixar BNL diceritakan telah mengambil alih pemerintahan dan dunia. Menariknya, perusahaan ini adalah perusahaan yang sama yang juga disinggung dalam film Toy Story 3 (2010):

Baterai yang dipakai Buzz (Toy Story)

Dalam Finding Nemo (2003), diceritakan seluruh makhluk laut bersatu untuk menyelamatkan Nemo yang ditangkap manusia. Di film ini, BNL muncul lagi melalui artikel berita tentang dunia bawah laut yang indah.

Dalam Finding Nemo, terlihat di mana manusia mulai memusuhi binatang-binatang yang semakin cerdas. Ingat Dory dari Finding Nemo? Dia hidup sendiri terpisah dari sebagian besar ikan lainnya. Kenapa? Padahal dia tidak cerdas dan memiliki sindrom kehilangan memori jangka pendek.

Sumber : Mashable.com

Segala pertanyaan tersebut kemungkinan besar akan dibahas dalam sekuel Finding Nemo, yaitu Finding Dory (2015). Mungkin dalam film ini kita juga bisa mendapatkan lebih banyak bukti bahwa permusuhan antara manusia dan hewan berkembang pesat.

Sekarang mari kita pindah ke film selanjutnya yaitu The Incredibles (2004). Siapa penjahat utama dalam film ini? Betul! Dia adalah Buddy alias Syndrome, yang ingin memusnahkan semua manusia berkekuatan super.

Sumber : Mashable.com

Buddy tidak memiliki kekuatan super seperti pahlawan lainnya. Ia menggunakan teknologi untuk membalas dendamnya pada Mr. Incredible karena pernah menyepelekan dirinya.

Bagaimana bisa membunuh semua pahlawan yang berkekuatan super? Dia menciptakan Omnidroid, sebuah robot mematikan. Dalam film tersebut, Omnidroid akhirnya menekan Syndrome untuk membasmi orang-orang berkekuatan super. Ini menjadi bukti bahwa ada manipulasi dari robot karena mereka takut dominasinya terganggu.

Tapi kenapa mesin-mesin ini ingin menyingkirkan manusia? Kalau hewan jelas karena manusia telah mencemarkan bumi dan melakukan berbagai percobaan terhadap mereka, tapi kenapa mesin memiliki masalah?

Saatnya kembali ke film Toy Story (1995). Di sini kita melihat manusia menggunakan dan membuang mainan yang jelas ‘hidup’. Ya, dalam film ini terlihat bahwa mainan lama kelamaan semakin muak dengan manusia yang mulai menyingkirkan mereka.

Sumber : Mashable.com

Mainan bangkit melawan Sid di film pertama. Jesse membenci pemiliknya, Emily, karena telah meninggalkannya. Lotso jelas sangat membenci manusia di film ketiga. Mainan terlihat kesal sehingga memberikan alasan bagi mesin pada akhirnya berkeinginan untuk melenyapkan manusia.

Dalam setiap film Toy Story, sangat jelas terlihat bahwa benda-benda ‘hidup’ bergantung pada manusia hampir untuk segala hal. Pada akhirnya, mesin memutuskan untuk membalikkan keadaan dengan mengontrol manusia. Mesin-mesin ini menggunakan perusahaan yang mengarah ke revolusi industri karena mereka pasti bergantung pada mesin, di mana pada akhirnya hal ini berujung pada polusi.

Ketika hewan bangkit melawan manusia untuk menghentikan mereka dari polusi bumi, siapa yang akan menyelamatkan manusia? Tentunya mesin. Sudah jelas bahwa mesinlah yang akan memenangkan perang. Karena kehadiran mesin semuanya menjadi tidak seimbang, Bumi menjadi planet yang tidak layak lagi bagi manusia dan hewan, sehingga dalam film Wall-E terlihat manusia yang tersisa diletakkan di Axiom sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan mereka.

Di dalam Axiom, manusia tidak memiliki tujuan selain memenuhi kebutuhan mereka yang semuanya dipenuhi mesin. Mesin-mesin telah membuat manusia bergantung pada mereka untuk segala hal sehingga keadaan di sini mulai berbalik.

Sementara di Bumi, mesin yang tertinggal masih berkumpul dan memiliki kehidupan di mana hal ini jelas terlihat dalam film Cars (2006). Tidak ada hewan atau manusia dalam film ini karena mereka semua telah pergi, tetapi kita tahu bahwa planet yang ada di film ini adalah bumi. Dalam Cars 2 (2011), mobil-mobil pergi ke Eropa dan Jepang, sehingga jelas bahwa ini semua terjadi di planet bumi.

Sumber : Mashable.com

Jadi apa yang terjadi dengan mobil-mobil itu? Dalam film ini mereka belajar bahwa manusia adalah sumber energi untuk mesin. Itu sebabnya mereka tidak pernah menyingkirkan manusia.

Film Wall-E menunjukkan bahwa BNL dimaksudkan untuk membawa manusia kembali setelah planet itu bersih lagi, tapi mereka gagal. Pada akhirnya, mesin-mesin di Bumi pun mati.

Pernahkah kamu memikirkan mengapa Wall-E adalah satu-satunya mesin yang masih hidup? Mungkin setelah 800 tahun Wall-E masih bisa bertahan karena dirinya yang telah mempelajari tingkah laku manusia? Dia masih bisa mengingat saat-saat manusia dan mesin hidup damai bersama, jauh dari semua polusi yang disebabkan oleh kedua belah pihak.

Sumber : Fanart.tv

Setelah Wall-E membebaskan manusia dan membangun kembali masyarakat di Bumi, apa yang terjadi? Selama film Wall-E, kita dapat melihat sepatu berisi tanaman yang menggambarkan kehidupan. Tanaman tersebut akhirnya tumbuh menjadi sebuah pohon yang kokoh yang sama seperti ikon dalam film A Bug’s Life.

Alasan tidak ada manusia dalam A Bug’s Life (1998) adalah karena tidak banyak yang masih hidup. Kenapa serangga dapat mudah kembali berkembang biak setelah polusi hebat yang melumpuhkan bumi? Kembali ke film Wall-E, siapa teman yang selalu menemani Wall-E di bumi? Ya, kecoa.

Manusia, mesin, dan hewan berkembang harmonis ke titik di mana spesies baru lahir, yaitu monster. Peradaban monster sebenarnya peradaban yang muncul jauh di masa depan.

Dari mana mereka datang? Ada kemungkinan bahwa monster adalah perkembangan dari hewan yang telah tinggal di bumi yang tercemar polusi selama 800 tahun. Alternatif lain, monster bisa juga muncul karena perkawinan antara manusia dan hewan untuk menyelamatkan diri dari situasi bumi yang mengancam hidup mereka. Jijik sih, tetapi hal ini masuk akal.

Sumber : wallsave.com

Apapun alasannya, monster ini tampak terlihat seperti hewan mengerikan yang bermutasi, hanya lebih besar dan beradab. Mereka memiliki kota sendiri dan bahkan perguruan tinggi, seperti yang kita lihat di film Monsters University (2013).

Dalam Monsters Inc., mereka mengalami krisis energi karena mereka berada di bumi yang tanpa manusia. Manusia adalah sumber energi. Namun berkat mesin, sekali lagi, monster menemukan cara untuk menggunakan pintu untuk melakukan perjalanan ke masa lalu di mana masih ada manusia.

Meskipun waktu telah berlalu sangat lama, kebencian terhadap manusia masih memengaruhi para hewan dan monster. Untuk itu, di film ini mereka memiliki naluri anti-manusia dan percaya bahwa menyentuh manusia akan merusak dunia mereka sama seperti yang terjadi di masa lalu.

Ternyata ada hubungan yang erat antara film A Bug’s Life dan Monsters Inc. Dalam kedua film itu kita dapat melihat sebuah mobil trailer yang sama persis. Bedanya pada film A Bug’s Life trailer lebih tua dan lebih bobrok, sementara trailer di Monsters Inc terlihat lebih baru. Lihat gambar di bawah ini, di sebelah kiri adalah trailer dari A Bug’s Life dan satu di sebelah kanan adalah dari film Monsters Inc.

Sumber : Mashable.com

Menurut teori ini film Monsters Inc. adalah film Pixar yang berada di linimasa terkini, di mana pada akhirnya manusia, hewan, dan mesin menemukan cara untuk saling memahami dan hidup harmonis.

Dalam film ini ada tokoh utama yang sangat menonjol, yaitu Boo. Apa yang terjadi padanya? Dia melewati pintu itu dan melihat semua yang ada di masa depan. Dia menjadi terobsesi sehingga selalu ingin mencari tahu apa yang terjadi pada temannya, Sully, dan mengapa hewan di zamannya tidak sepintar yang dia lihat di masa depan.

Yang Boo ingat “pintu" adalah kunci untuk bagaimana dia bisa menemukan Sully. Sehingga pencarian Boo berakhir menjadi ...

Sumber : Disney.wikia.com

SEORANG PENYIHIR. Ya, Boo adalah penyihir dari film Brave. Bagaimana bisa? Dia terus berpikir bagaimana caranya untuk pergi ke masa depan demi menemukan Sully. Pada akhirnya Boo kembali ke masa depan dan juga masa lalu untuk terus mencari teman-temannya itu. Dalam film Brave, kamu bisa melihat munculnya ukiran berbentuk Sully di gubuk milik sang penyihir.

Sumber : Mashable.com

Selain itu kamu juga bisa melihat truk Pizza Planet yang dipahat oleh penyihir di gubuknya. Hal ini tentu tidak masuk akal kecuali dia pernah melihat sebelumnya. Jika kamu fans film Pixar sejati, kamu pasti sering melihat truk Pizza Planet di banyak film Pixar. Di semua film Pixar.

Sumber : Mashable.com

Kamu ingat ketika Merida membuka pintu lalu penyihir itu menghilang? Hal ini sama persis dengan cara kerja pintu-pintu di film Monsters Inc. Mereka dapat menggunakannya sebagai alat transportasi ke seluruh waktu dan itulah sebabnya Merida tidak dapat menemukan sang penyihir.

Apakah pada akhirnya Boo menemukan Sully? Kita semua berharap penginnya sih gitu. Namun kita tunggu saja film-film selanjutnya dari Pixar! Dino Farmers, Inside The Mind, Finding Dory(?)! Siapa tau film-film selanjutnya bisa melengkapi dan memperkuat teori ini. Dan itulah penjelasan dari The Pixar Theory.

Gimana menurut kalian? Masuk akal kan?

Sumber :
Satu sumber lagi saya lupa, hehehe