| Portal berita | Technologi Information |
Teknik Komputer |

Showing posts with label Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan. Show all posts

Sunday, July 21, 2013

On 5:33:00 PM by Muhammad Abdurrahman in ,    No comments
Alhamdulillah ya Sobat, hari ini kita bisa mengerjakan Ibadah Puasa hingga hari ini. Udah 12 hari kita puasa (bagi yang awal puasa hari Rabu) dan kita masih di beri kesempatan oleh Allah Azza Wa Jalla agar mengurangi dosa-dosa kita di masa lalu.

"Hai orang2 yg beriman,diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (QS. Al- Baqarah:183)


Puasa merupakan salah satu rukun Islam, dimana tidak sempurna keislaman seseorang apabila tidak melaksanakannya. Puasa merupakan salah satu ibadah yang paling mendalam bekasnya dalam jiwa seorang muslim. Kini, bulan yang kita nantikan telah hadir bersama kita kembali begitu juga kegiatan-kegiatan yang ada di dalamnya, namun sekarang yg paling terbaik buat kita di saat menemani bulan yang penuh berkah ini adalah merenungi apa rahasia dari Ibadah puasa. Puasa yang di wajibkan kepada kita di bulan ini memiliki beragam rahasia yang luar biasa


Dr. Yusuf Al- Qardhawi di dlm bukunya Al-Islam Fi Al-ibadah menyinggung ada 5 rahasia yang bisa kita petik dan rasakan dalam ibadah puasa sehingga kelak akan merasakan betapa besarnya nikmat yang di berikan Allah Swt. kepada kita.

1. Menguatkan Jiwa 

Hawa nafsu merupakan salah satu musuh manusia yang tidak berwujud tapi ada dan sangat berbahaya tak sedikit manusia yang tertipu oleh bujukannya yang mengakibatkannya terjerumus kedalam lembah kemaksiatan. Karena itu, Allah swt menyuruh kita untuk memeranginya dengan artian mengarahkannya kearah yang baik jadi, bukanlah memerangi hawa nafsu itu mengakibatkan kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu yang bersifat duniawi. Jika di dalam memeranginya kita mengalami kekalahan maka malapetaka besar yang akan terjadi, kita akan terbujuk oleh rayuan dan bujukan yang akhirnya membawa kita kejalan yang sesat dan nista. Na’uzubillah.

Puasa merupakan salah satu langkah untuk mengandalikan diri kita dari bujukkan hawa nafsu, yang akhirnya akan membentuk jiwa kita serta mendapatkan kedudukan yang mulia di sisi Allah seperti layaknya para malaikat. Dengan ibadah puasa pula manusia mampu mengetuk dan membuka pintu-pintu langit sehingga doanya dikabulkan Allah Swt.

Sebagaimana sabda Rasullah Saw, Ada tiga tiga golongan yang doanya tidak ditolak Allah Swt :
orang yang puasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan doa orang yang di zhalimi.

2. Mendidik Manusia

Puasa juga merupakan ibadah yang mendidik manusia untuk tetap kuat dalam mengerjakan kebaikan sekalipun di samping kanan dan kirinya terdapat banyak hal-hal yang dapat menjerumuskannya ke lembah kemaksiatan. Sangat tepat sekali apa yang dikatakan Rasullah Saw bahwa:
puasa itu setengah dari kesabaran.


Disamping itu, puasa juga membentuk rohani muslim semakin prima yang akan membuatnya tidak akan lupa diri meskipum mencapai keberhasilan ataupun kenikmatan duniawi yang sangat besar, dan tidak mudah berputus asa meskipun penderitaan yang dialaminya sangat sulit.


3. Menyehatkan badan

Puasa disamping memberikan kesehatan dan kekuatan rohani juga mampu memberikan kesehatan jasmani juga. Hal ini telah disabdakan Rasulullah Saw dalam sebuah haditsnya bahwa puasa akan menyehatkan tubuh dan hal ini telah dibuktikan oleh para pakar kesehatan yang menyatakan bahwa perut harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan, karena perut ini mirip seperti mesin yang juga memerlukan istirahat. Selain itu didalam islam perut ini dibagi menjadi tiga bagian; sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga lagi untuk udara.

4. Mengenal nilai kenikmatan


Dalam hidup ini sebenarnya kita telah mendapatkan begitu banyak kenikmatan yang diberikan Allah, namun banyak pula manusia yang kurang mensyukurinya bahkan melupakan nikmat tersebut, diberi satu ingin dua, diberi dua ingin tiga dan seterusnya. Kalau kita mau menilik dan meneliti, kenikmatan yang diberikan Allah Swt kepada kita saat ini belum tentu dimiliki orang lain. Maka dengan puasa, manusia bukan saja disuruh memperhatikan dan merenungi kenikmatan yang diberikan Allah Swt kepadanya tapi disuruh juga untuk merasakan langsung betapa besarnya nikmat yang Allah Swt berikan kepadanya. 

Hal ini dapat dirasakan setiap orang yang berpuasa, baru beberapa jam tidak makan dan minum sudah terasa penderitaan yang dialami dan pada saat berbuka puasa baru terasa sekali besarnya nikmat yang diberikan Allah Swt meskipun hanya sebiji kurma atau seteguk air. Disinilah letak penting ibadah puasa, guna mendidik kita untuk menyadari tingginya nilai kenikmatan yang diberikan Allah Swt dan menjadikan kita manusia yang pandai bersyukur sehingga tidak mengecilkan nikmat yang telah diberikan Allah Swt selama ini. Dan rasa syukur tersebut akan membuat nikmat itu bertambah banyak.

5.Mengingat dan merasakan penderitaan orang lain


Merasakan rasa lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Karena pengalaman rasa lapar dan haus yang dirasakan ketika berpuasa akan berakhir ketika azan maghrib telah berkumandang, sementara penderitaan yang dirasakan orang lain entah kapan berakhirnya. Dari sini, semestinya puasa akan mampu menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada saudara-saudara kita yang mengalami penderitaan yang belum teratasi, seperti penderitaan saudara-saudara kita di Aceh, Maluku dan negara lain seperti Irak, Palestina dan lainnya.

Oleh karena itu, sebagai simbol dari rasa solidaritas itu marilah kita rajin bersedekah di bulan yang penuh berkah ini dan sebelum Ramadhan berakhir ingatlah kewajuban zakat kita. Sehingga ketika Ramadhan berakhir harta dan diri kita bersih dari dosa.

Wednesday, July 17, 2013

On 6:39:00 AM by Muhammad Abdurrahman in ,    No comments

A. Pengertian Puasa


Puasa menurut bahasa adalah menahan, sedangkan menurut istilah (syara) adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti masuknya benda kedalam rongga dan bersetubuh di siang hari.


B. Kewajiban Puasa.

Datangnya kewajiban puasa, karena 4 sebab di bawah ini, yaitu :


  1. Sempurnanya Bulan Sya'ban 30 hari.
  2. Terlihatnya hilal pada malam ke-30 pada Bulan Sya'ban.
  3. Ketetapan Pemerintah, karena hilal (bulan) sudah terlihat, berdasarkan saksi yang adil.
  4. Perkiraan masuknya bulan, pada kondisi yang samarnya tiga hal di atas.

C. Syarat Wajib Puasa


Seseorang di wajibkan berpuasa, apabila terdapat tiga hal di bawah ini, yaitu :

  1. Islam, karena Kafir asli tidak diwajibkan berpuasa.
  2. Baligh dan Berakal
  3. Mampu melaksanakan puasa, maka bagi orang tua yang tidak sanggup berpuasa, bisa mengganti dengan memberikan 1 mud perhari.

D. Syarat Sah Puasa


  1. Islam
  2. Suci dari haid dan nifas
  3. Berakal
  4. Waktu melaksanakan puasa (Bulan Ramadhan)

E. Rukun Puasa


  1. Niat, niat ini dilakukan dalam hati, dan sunnat untuk diucapkan. Sunnat pula berniat satu bulan penuh, menghindari lupa niat setiap harinya. Niat sendiri mempunyai 2 (dua) syarat, yaitu :
    1. Dilakukan malam hari.
    2. Menentukan kefarduannya, seperti menentukan apakah puasa RamadahanNadzar, atau Kifarat.
  2. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.


sumber : (Assaef.com)

Sunday, July 14, 2013

On 6:30:00 AM by Muhammad Abdurrahman in ,    4 comments
ramadhan
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh barokah, penuh dengan kebaikan. Bulan yang didalamnya terdapat Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan tempat pembakaran dosa-dosa manusia, dimana pada siang harinya diwajibkan berpuasa dan malam harinya di sunnatkan melakukan Sholat Tarawikh.

Dalam Khutbah Rosul menjelang Bulan Ramadhan, Rosulullah SAW mengatakan : "Barang siapa yang melakukan perbuatan sunnat pada Bulan Ramadhan, maka baginya balasan seperti Ibadah Wajib".

Oleh karena itu, hendaklah kita memperbanyak amalan-amalan sunnah pada Bulan Ramadhan ini. Diantara amalan-amalan sunnah yang di contohkan oleh Rosulullah SAW adalah :

Menyegerakan Berbuka Puasa.

Apabila telah datang waktu berbuka puasa, hendaklah menyegerakan berbuka, karena didalamnya terdapat banyak kebaikan. Rosulullah SAW bersabda :

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوْا الْفِطْرَ - رواه الشيخان

“Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Berbuka dengan 3 buah kurma, atau susu. Apabila tidak ada cukup dengan air saja.

كَانَ رَسُوْلُ اللّهِ صلى اللّه عليه و سلم يَفْطُرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَتُميْرَاتٌ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسًّا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ - رواه ابو داود و الترمذى

Rasulullah saw berbuka dengan rutbaat (kurma segar) sebelum beliau shalat, apabila tidak ada maka dengan beberapa tamar (kurma) dan apabila tidak ada, beliau meminum air. (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

 Memberikan makan untuk berbuka

مَنْ فَطَرَ صَائِمًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ وَلَا يَنْقُصُ مِنْ اَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ - صحيح النسائى و الترمذى

"Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu" (Shohih Nasa'i dan Tirmidzi)

Makan Sahur dan Mengakhirkannya

تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِى السَّحُرِ بَرَكَةٌ - الشيخان

"Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Menjaga lidah dari berbohong, menggunjing, adu domba, dan hal-hal yang dilarang.

إِذَا كَانَ اَحَدُكُمْ صَائِمًا فَلَا يَرْفثْ وَلَا يَجْهَلْ فَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ اَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ - الشيْخان

Apabila salah seorang diantara kamu sedang berpuasa, maka janganlah menggauli istrinya, berkata kotor dan berbuat jahil, jika dia diajak bertengkar atau dicaci hendaklah dia mengatakan: "Saya sedang berpuasa". (HR. Bukhori Muslim)

Meningkatkan ibadah.

Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, maka seyogyanyalah kita memperbanyak kebaikan di bulan ini, seperti sholat sunnat, membaca Al-Qur'an, berbuat baik kepada keluarga, tetangga, fakir miskin, anak yatim, sedekah, terutama sepuluh akhir Bulan Ramadhan, karena terdapat Lailatul Qadr.

كَانَ إِذَا دَخَلَ عَشْرُ اْلأَوَاخِرِ أَحْيَ اللَّيْلَ وَ أَيْقَظَ أَهْلَهُ وَ شَدَّ الْمِئْزَرَ - الشيخان

"Apabila masuk pada sepuluh akhir Ramadhan, maka Rosulullah SAW menghidupkan malam-malamnya dan membangunkan keluarganya, serta mengencangkan kainnya (menjauhkan diri dari menggauli istrinya)" (HR. Bukhori Muslim)

Mandi Junub atau Mandi Haid sebelum Fajar.

Hal ini dilakukan agar ibadah puasa lebih afdhol dalam keadaan suci, walau pun dalam keadaan junub, belum sempat mandi dan datang waktu subuh, maka puasanya tetap sah.

عن عَائِشَةَ وَأُمَّ سَلَمَةَ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ متفق عليه , وزاد مسلم من حديث أم سلمة : ولا يقضي

Dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiallahu anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bangun di waktu subuh dalam keadaan junub karena hubungan suami istri kemudian beliau mandi dan berpuasa. (Muttafaqun ’alaihi). Dan Imam Muslim menambahkan dari haditsnya Ummu Salamah: dan beliau tidak mengqadha puasanya.

Meninggalkan Cumbu Rayu di Siang Hari.

Cumbu rayu dengan istri akan mendekatkan kepada perbuatan jima'. Oleh karena itu,selama berpuasa hendaklah meninggalkan cumbu rayu dengan istri di siang hari.

Marilah kita memanfaatkan waktu yang berharga ini, dengan banyak melakukan amalan-amalan sunnah. Dan semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT, dan keluar dari Ramadhan dalam keadaan Fitrah.
Amiin...

(Sumber : Assaef.com)