| Portal berita | Technologi Information |
Teknik Komputer |

Showing posts with label i. Show all posts
Showing posts with label i. Show all posts

Sunday, September 18, 2016

On 9:01:00 PM by M.Agus S.Alfathoni in ,    No comments
Narsis, narsisis, atau narcissist, adalah kata yang biasa diterjemahkan dengan "orang yang mencintai dirinya sendiri". Pertanyaannya, Anda tentu saja mencintai diri Anda sendiri bukan? Narsis, sering dikonotasikan dengan keadaan mencintai diri sendiri secara berlebihan. Konon, salah satu contoh narsisis yang terkenal adalah Napoleon Bonaparte. Di berbagai belahan dunia, narsisis digambarkan sebagai orang yang begitu mencintai dirinya sendiri, sampai menghabiskan waktu berjam-jam di depan kaca, hanya untuk mengagumi dirinya.

Anda, pasti tidak demikian. Tapi Anda, pasti mencintai diri sendiri. Bahkan, Anda wajib mencintai diri sendiri. Mengapa? Sebab, nyaris apapun yang Anda lakukan, adalah cerminan dari rasa cinta kepada diri Anda sendiri. Anda memelihara kesehatan karena Anda mencintai diri Anda. Anda bekerja keras untuk anak, istri, suami dan keluarga Anda, itu juga cerminan dari diri Anda yang mencintai diri sendiri. Sebab tanpa anak, istri, suami, dan keluarga, atau jika terjadi hal buruk pada diri mereka, maka hal itu akan melukai Anda. Dan Anda, tentu tidak ingin itu terjadi pada diri Anda. Anda, memang cinta diri Anda.


Saya sendiri, juga merasa sangat mencintai diri sendiri. Cinta Saya ada dalam konteks bahwa segala yang melekat pada diri Saya adalah amanah. Amanah yang harus Saya jaga dan pelihara. Sebab jika Saya tidak melakukannya, Saya akan berdosa. Cinta Saya pada diri Saya, seperti juga cinta Anda pada diri Anda, adalah cinta karena amanat-Nya.
Apa sajakah yang harus Anda cintai dari diri sendiri? Ya! Apa saja tentunya. Apa yang menjadi kelebihan dan apa yang menjadi kekurangan Anda. Kekurangan juga? Ya, kekurangan Anda adalah sesuatu yang diamanatkan kepada Anda, agar Anda mencintainya, dan dengan cinta itu Anda akan memelihara, menjaga, dan memperbaikinya, sehingga ia bisa tumbuh besar sebagai kekurangan yang bergeser menjadi kelebihan.

Artinya, jika diri Anda merasa memiliki kekurangan, maka itu bukan sesuatu yang perlu Anda buang. Apa yang perlu Anda lakukan adalah berbagai perubahan dan perbaikan, sehingga diri Anda tidak lagi merasa memiliki kekurangan. Dan setelah Anda berhasil melakukannya, maka Anda akan memahami bahwa kekurangan Anda, adalah sesuatu yang sama berharganya dengan kelebihan Anda.

Percayalah, tidak ada satu pun yang tidak berguna. Anda tentu meyakini bahwa Tuhan adalah maha adil dan maha sayang pada setiap manusia. Akankah Anda mempertanyakan kembali itu semua, manakala Anda menghadapi atau menemukan adanya kekurangan di dalam diri? Percayalah, bahwa semua kekurangan ada manfaatnya. There is no such thing as useless. Jika Anda punya fear, itu ada manfaatnya. Jika Anda miskin, itu ada gunanya. Jika Anda sakit, itu pun berguna. Jika Anda kehilangan anggota badan, itu ada hikmahnya. Jika Anda kebetulan ber-iq rendah, itu ada alasannya. Jika Anda belum juga dikaruniai seorang anakpun sampai saat ini, itu juga ada latar belakangnya.

Apapun di balik semua fenomena yang selama ini Anda anggap sebagai kekurangan diri, adalah harta yang tidak sepantasnya Anda buang dan hilangkan. Adalah tugas Anda untuk menemukan nilai manfaatnya, dan adalah kewajiban Anda untuk menjaga dan memeliharanya, agar sejalan dengan waktu, ia tumbuh dan berkembang menjadi kelebihan.

Pernah mendengar kata ini, "gimmick"? Gimmick adalah sesuatu yang baru disadari telah berperan besar dalam merubah dunia, dan meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Alva Edison tidak begitu saja berhasil menemukan bohlam. Ia harus jungkir balik di dalam segala kegagalan dan kekurangan. Kendaraan mewah yang Anda nikmati sekarang, hanya menjadi seperti sekarang di atas berbagai kekurangan. Apa yang kita kenal sebagai "post it" - kertas persegi berukuran kecil yang sering kita tempelkan di mana-mana sebagai alat bantu pengingat kita, adalah sebuah produk gagal yang menjadi berhasil.

Lihatlah apa yang terjadi pada diri orang yang secara umum dianggap memiliki kekurangan. Lihatlah orang semacam Tukul Arwana yang telah berhasil, di atas "kekurangannya". Ia adalah contoh nyata, dari seseorang yang sebelumnya merasa memiliki kekurangan. Kini, apa yang namanya kelebihan, berada di tangannya.

Cintailah diri Anda, dengan segala kekurangannya. Pahamilah, bahwa itu artinya, Anda punya tugas besar dan mulia untuk menjadi seseorang yang akan merubahnya menjadi keberhasilan. Itulah, yang sangat mungkin, akan menjadi sumber inspirasi bagi dunia. Dan Anda, sangat beruntung karena Andalah yang terpilih.

Ada contoh tentang sepasang suami istri, yang merasa begitu sedih karena dikaruniai seorang anak yang cacat. Dengan kecacatan itu, sang anak menuntut perlakuan istimewa. Di sela-sela kesedihannya, sepasang orang tua itu kemudian menyadari, bahwa jika anak mereka memerlukan perhatian yang istimewa, maka anak itu tentulah istimewa. Dan karenanya, mereka pun menjadi orang yang istimewa. Itulah yang kini diyakini keduanya, dan menjadi bekal mereka berbicara di berbagai media di penjuru dunia. Mereka menginspirasinya.

Anda tahu Bill Gates? Pendidikannya mungkin lebih rendah dari Anda, sebab ia, sekolah saja tidak pernah diselesaikannya. Dan ketahuilah, daftar ini akan segera menjadi panjang jika kita memang mau meneruskannya.

Ya, cintailah diri Anda sendiri dengan segala kekurangannya. Dan untuk itu, sedikit bersikap narsis, adalah baik buat Anda. Berikut ini, adalah contoh narsis Saya.

Saya punya koleksi foto diri ketika sedang melakukan presentasi bisnis.
Koleksi foto itulah, yang menginspirasi Saya untuk memberanikan diri menjadi motivator percaya diri. Sebab yang Saya tahu, itu semua tidak terjadi begitu saja, melainkan melewati sebuah proses, termasuk tentang memahami berbagai kekurangan diri, dan kemudian berhasil Saya lalui, hingga penampilan pertama kali Saya tidak terlalu mengecewakan. Setidaknya, menurut Saya tentu saja. Saat SMP, menyanyi di depan kelas pun Saya tak berani.

Bagaimana, apakah Anda merasa bahwa Saya terlalu narsis, kelewat ngesok, atau bahkan Anda sendiri bisa merasa, bahwa seperti itulah semestinya diri Anda, persis seperti yang selalu diajarkan oleh siapapun motivator sukses yang pernah Anda kenal?

Sedikit narsis, itu baik buat Anda.